ANALISIS PENYEBAB KEMATIAN BAYI DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS MAPADDEGAT KABUPATEN KEPULAUAN MENTAWAI TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.32883/mchc.v8i1.3401Abstract
Abstrak
Latar Belakang: Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting derajat kesehatan
masyarakat. WHO mencatat AKB global sebesar 16,85 per 1.000 kelahiran hidup, sedangkan
Indonesia mencatat 16,9 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2022. Di Kabupaten Kepulauan
Mentawai, AKB masih fluktuatif dengan 45 kasus pada tahun 2023, termasuk kontribusi dari
Puskesmas Mapadeggat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor internal dan eksternal
yang berhubungan dengan kematian bayi serta hambatan pencegahannya. Metode yang
digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dengan ibu hamil, keluarga
korban, bidan, pengelola KIA, dan pihak terkait, serta analisis data tematik dengan triangulasi
dokumen. Hasil menunjukkan bahwa faktor internal seperti usia ibu terlalu muda atau tua,
paritas tinggi, rendahnya pendidikan dan pengetahuan, serta pengaruh budaya tradisional
memengaruhi kematian bayi. Faktor eksternal meliputi keterbatasan sarana rujukan, kekurangan
dan distribusi SDM yang tidak merata, serta implementasi kebijakan dan SOP yang belum optimal.
Hambatan utama adalah keterlambatan rujukan akibat kurangnya sarana transportasi dan
peralatan medis, rendahnya pemanfaatan rumah tunggu kelahiran, kurangnya edukasi tanda
bahaya, dan supervisi yang hanya bersifat administratif. Kesimpulannya, penurunan AKB belum
optimal meskipun cakupan ANC meningkat. Saran: diperlukan penguatan edukasi, perbaikan sistem
rujukan, dan kolaborasi tenaga kesehatan dengan masyarakat.

