DETERMINAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI

Authors

  • Febriyeni Universitas Fort De Kock Bukittinggi
  • Lia Puspita Sari

DOI:

https://doi.org/10.32883/mchc.v8i1.3400

Abstract

ABSTRAK
Latar Belakang: Premenstrual syndrome (PMS) adalah perubahan berupa gejala fisik, emosi dan
perilaku yang dialami perempuan sebelum siklus menstruasi. Gejala premenstruasi syndrome
diantaranya perut kembung, payudara bengkak dan nyeri, kelelahan, nyeri panggul, sakit punggung
dan otot, serta sakit kepala. Penelitian ini bertujuan melihat faktor yang mempengaruhi terjadinya
premenstruasi syndrom pada Siswi di SMAN 2 Lintau Buo. Metode: Penelitian menggunakan desain
studi cross-sectional dengan sampel 218 responden diantaranya siswi SMAN 2 Lintau Buo yang
mengalami menstruasi selama 10 hari terakhir, diambil berdasarkan Random Sampling. Data
dikumpulkan dengan kuisioner menggunakan angket dan dianalisis dengan uji Chi-square. Hasil:
Prevalensi siswa yang mengalami PMS sebesar 77,1% dan siswa yang tidak mengalami PMS 22,9%.
Berdasarkan uji yang telah dilakukan pada variabel Tingkat stress didapat P- Value sebesar 0,000, pola tidur PValue 0,03, pola makan p-value 0,228 dan variabel aktifitas fisik p value sebesar 0,028, itu artinya variabel tingkat
stress, pola tidur dan aktifitas fisik memiliki pvalue < 0,05 yang artinya memiliki hubungan yang mempengaruhi PMS
pada siswi .
Simpulan: Umumnya siswi SMAN 2 Lintau Buo mengalami PMS dengan diantaranya dipengaruhi oleh
faktor tingkat stress, pola tidur dan aktifitas fisik. Oleh karena itu, bagi remaja disarankan untuk
melakukan aktivitas fisik, belajar mengelola stres, pola tidur yang cukup baik, dan meningkatkan
pengetahuan mengenai PMS.

Downloads

Published

2026-03-20

How to Cite

Febriyeni, & Lia Puspita Sari. (2026). DETERMINAN PREMENSTRUAL SYNDROME PADA REMAJA PUTRI. Maternal Child Health Care, 8(1), 1466–1474. https://doi.org/10.32883/mchc.v8i1.3400