Pengaruh Pemberian Puding Daun Katuk (Sauropus Androgynus) Terhadap Volume Asi Pada Ibu Menyusui Di Puskesmas Ophir Kab. Pasaman Barat
DOI:
https://doi.org/10.32883/mchc.v7i3.3121Abstract
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada tahun 2025 ditargetkan peningkatan angka pemberian ASI eksklusif sebesar 50%. Berdasarkan SDKI tahun 2022, pencapaian pemberian ASI eksklusif adalah 40%. Sementara itu, cakupan pemberian ASI eksklusif mencapai target minimal 50%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian puding katuk (Sauropus androgynus) terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Ophir. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu, pendekatan pretest dan posttest satu kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui di Puskesmas Ophir sebanyak 48 orang, dengan sampel sebanyak 14 orang. Intervensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pemberian puding katuk kepada ibu menyusui dan dikonsumsi dalam satu kemasan sebanyak 2 kali sehari pada pukul 08.00 dan 16.00 selama 7 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata volume ASI sebelum intervensi pemberian puding daun katuk adalah 31,65 ml dengan jumlah minimum 28,4 dan maksimum 40,0. Rata-rata volume ASI setelah intervensi adalah 51,22 ml dengan jumlah minimum 30,2 dan maksimum 71,4. Analisis yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil uji Shapiro-Wilk (p=0,000) berarti terdapat pengaruh pemberian puding katuk (Sauropus androgynus) terhadap volume ASI pada ibu menyusui.
