EDUKASI DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA SISWA SD 09 NANGGALO, PADANG
DOI:
https://doi.org/10.32883/esj.v6i3.3063Abstract
Abstract
Throughout Indonesia, including in the city of Padang, dengue fever (DF) remains a public health problem. It is important to raise awareness and promote clean and healthy living behaviors (PHBS) from an early age through school-based health education. The objective of this community service activity is to improve elementary school students' knowledge and skills in preventing DHF using the 4M Plus method (draining, covering, burying, and monitoring water storage areas, as well as additional measures such as not hanging clothes, keeping fish, using larvicides, and sleeping under mosquito nets). Fifth-grade students from SD Negeri 09 Surau Gadang, Padang, participated in the activity. Interactive counseling, educational video screenings, field practice demonstrations, and question-and-answer evaluations were all techniques used. The results of the activity showed that the students' knowledge, attitudes, and skills had improved in identifying and preventing the transmission of dengue fever. Students were also able to explain the 4M Plus steps and practice them both at school and at home. It was proven that school-based education increases personal health awareness and environmental disease prevention behavior. It is recommended that similar events be carried out continuously by involving parents and teachers to encourage the community to adopt a clean and healthy lifestyle.
Keywords: 4M Plus, Dengue Hemorrhagic Fever, Elementary School, Health Education
Abstrak
Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Kota Padang. Penting untuk meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sejak dini melalui edukasi kesehatan berbasis sekolah. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SD tentang pencegahan DBD dengan menggunakan metode 4M Plus (menguras, menutup, mengubur, dan memantau tempat penampungan air, serta tindakan tambahan seperti tidak menggantung pakaian, memelihara ikan, menggunakan larvasida, dan tidur dengan kelambu). Siswa kelas V dari SD Negeri 09 Surau Gadang, Padang, berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Penyuluhan interaktif, pemutaran video edukatif, demonstrasi praktik lapangan, dan evaluasi tanya jawab adalah semua teknik yang digunakan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan, sikap, dan keterampilan siswa telah meningkat dalam mengidentifikasi dan mencegah penularan DBD. Siswa juga dapat menjelaskan kembali langkah-langkah 4M Plus dan mempraktikkannya baik di sekolah maupun di rumah. Terbukti bahwa pendidikan berbasis sekolah meningkatkan kesadaran kesehatan pribadi dan perilaku pencegahan penyakit lingkungan. Disarankan agar acara serupa dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan orang tua dan guru untuk mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup bersih dan sehat.
Kata kunci: 4M Plus, Demam Berdarah Dengue, Edukasi Kesehatan, Sekolah Dasar
